Favorit (0)
InIndonesian
Ditulis oleh: Olivia Bennett
Diperbarui pada: 6/3/2025
Favorit
Bagikan

Sejarah dan Resep Pisco Sour

koktail pisco sour dengan hiasan puntiran lemon

Sedikit koktail yang membangkitkan kebanggaan nasional—dan perdebatan hangat—seperti Pisco Sour. Dengan pisco brandy yang halus sebagai intinya dan mahkota busa khas dari putih telur, minuman ikonik ini adalah kisah penciptaan dan persaingan sama seperti rasanya.

Kisah Dua Negara: Peru dan Chili

Pisco sendiri adalah brandy berbasis anggur yang disuling di Peru dan Chili. Roh yang dibagi ini telah memicu perdebatan berlanjut tentang asal-usul sebenarnya dari Pisco Sour. Meskipun kedua negara memproduksi pisco dengan gaya masing-masing, versi koktail Peru dan Chili memiliki perbedaan halus namun penting.

  • Pisco Peru tidak berumur dan disuling sesuai kadar alkohol, dengan regulasi ketat mengenai varietas anggur dan metode produksi.
  • Pisco Chili seringkali disimpan dalam kayu dan bisa diencerkan sebelum dibotolkan, menghasilkan rasa yang lebih lembut.
  • Pisco Sour tradisional Peru mencakup putih telur dan Angostura bitters; resep Chili biasanya menghilangkan keduanya.

Penciptaan Pisco Sour: Victor Morris

Cerita yang paling diterima secara luas memberikan kredit kepada Victor V. Morris, seorang ekspatriat AS, sebagai pencipta Pisco Sour di Lima, Peru sekitar tahun 1920. Morris, yang berasal dari Salt Lake City, datang ke Peru untuk bekerja di perusahaan kereta api, dan pada tahun 1916 membuka Morris Bar—sebuah tempat minum bergaya Inggris yang populer di kalangan diplomat, penulis, dan eksekutif tambang.

Mencari sentuhan lokal dari Whiskey Sour klasik, Morris mengganti whiskey dengan pisco. Sepuluh tahun berikutnya, Pisco Sour berkembang. Bartender Mario Bruiget menambahkan putih telur untuk tekstur dan Angostura bitters untuk aroma, melengkapi profil koktail Peru yang kini klasik.

Ketenaran yang Meningkat dan Penyebaran Internasional

Pisco Sour dengan cepat menjadi koktail khas Lima dan simbol keramahan Peru. Resep ini menyebar keluar dari Morris Bar saat pelanggan dan bartender membawa kecintaan mereka pada pisco ke seluruh dunia. Puluhan tahun kemudian, berkat kebangkitan koktail kerajinan global dan produsen pisco yang berdedikasi, Pisco Sour kini dirayakan jauh melampaui Amerika Selatan.

historic photo of Morris Bar Lima Peru bartenders

Resep Klasik Pisco Sour (Gaya Peru)

Segar dan asam namun lembut oleh pisco yang kaya dan putih telur yang krimi, Pisco Sour Peru adalah pelajaran utama dalam keseimbangan. Membuatnya di rumah hanya memerlukan shaker dan perhatian pada keasaman dan busa.

  • 60 ml pisco Peru (Quebranta atau varietas aromatik lainnya)
  • 30 ml jus jeruk nipis segar (jeruk nipis asli atau biasa)
  • 20 ml sirup sederhana (gula dan air 1:1)
  • 20 ml putih telur (sekitar setengah putih telur)
  • 3 ml Angostura bitters (untuk hiasan)
  • Tambahkan pisco, jus jeruk nipis segar, sirup sederhana, dan putih telur ke dalam shaker tanpa es.
  • Kocok kering dengan keras selama 10 detik untuk membuat busa.
  • Tambahkan es dan kocok dengan kuat sampai dingin dan berbusa baik.
  • Saring ganda ke dalam gelas kecil coupe atau old-fashioned yang sudah didinginkan.
  • Hias dengan 3 tetes Angostura bitters, putar dengan tusuk gigi jika diinginkan.
ingredients and tools for making a pisco sour

Perdebatan Modern dan Makna Budaya

Hari ini, Pisco Sour melambangkan identitas budaya dan persaingan sekaligus. Baik Peru maupun Chili menganggapnya sebagai minuman nasional mereka—Peru bahkan merayakan Hari Nasional Pisco Sour setiap Februari. Denominasi asal pisco dan perbedaan resep koktail yang halus adalah sumber kebanggaan dan terkadang menjadi bahan perdebatan di lingkaran diplomatik dan kompetisi internasional.

Meskipun perdebatan asal-usul yang sengit, kebanyakan sepakat pada satu hal: jika dibuat dengan benar, dengan jeruk nipis segar, pisco yang baik, dan busa yang melimpah, Pisco Sour menyuguhkan harmoni khas Amerika Selatan antara rasa asam, buah bunga, manis lembut, dan tekstur halus.